oleh

Penyebab Rambut Rontok

Penyebab Rambut Rotok Berlebih

Kehilangan Berhelai-helai rambut setiap hari adalah hal yang normal. Tapi jika rambut rontok berlebih hingga lebih 100 helai per hari itu patut untuk ditanyakan?

Jika rambut rontok sebanyak 50-100 helai setiap hari masih dianggap hal yang wajar. Hal tersebut seharusnya tidak akan menimbulkan masalah atau menimbulkan kepala jadi botak. Mengapa demikian? Karena rambut baru akan tumbuh dan menggantikan rambut rontok tersebut.

Tetapi rambut rontok tersebut bisa saja terjadi atau bahkan bisa terganggu dan terhenti. Akibatnya kepala bisa mengalami kebotakan sementara atau pun permanen. Rambut rontok berlebih (lebih dari pada 100 helai per hari) bisa disebut sebagai telogen effluvium.

Kerontokan ini terjadi secara menyeluruh pada bagian kepala sehingga menyebabkan kebotakan. Menurut dokter ahli kulit kondisi ini bisa terjadi karena anda mengalami stress atau tekanan. Selain itu rambut rontok berlebihan hingga pertumbuhan lambat dapat disebabkan karena faktor-faktor sebagai berikut.

16 Faktor Penyebab Rambut Rontok

1 . Stres Secara Emosional

Stres secara emosinal misalnya kehilangan pekerjaan, sedang menjalani proses perceraian, keluarga sakit parah dan tidak ada uang untuk membayar pengobatannya. Dan lain sebagainya bisa menimbulkan rambut anda menjadi rontok.

2 . Stres Fisik yang Intensif

Stres Fisik yang intensif, seperti melahirkan bisa menyebabkan rambut rontok. Ini karena sehabis melahirkan, tubuh akan mengalami kekurangan cairan dan bisa berdampak juga pada kesehatan rambut.

3 . Adanya Perubahan Hormonal

Adanya perubahan secara hormonal ini bisa disebabkan terjadi pada wanita hamil. Proses kehamilan ini membutuhkan proses panjang sehingga sering sekali kondisi ini menyebabkan adanya perubahan hormonal yang bisa menyebabkan rambut rontok.

4 . Sedang Diet

Sedang melakukan diet atau mencoba untuk mengubah pola makan juga dapat menyebabkan rambut rontok. Ini karena asupan makanan ketika diet tidak terkontrol ini dikarenakan proses yang panjang di dalamnya. Tetapi ketika sudah terbiasa mungkin akan membuat anda kembali seperti normal.

5 . Menderita Penyakit Jangka Pendek

Menderita penyakit jangka pendek, seperti infeksi berat atau selesai menjalani operasi juga dapat menyebabkan rambut rontok. Ini dikarenakan bisa saja kondisi anda drop ketika selesai operasi, hal tersebut dapat mengurangi asupan nutrisi pada rambut dan terjadilah rambut rontok.

6 . Menderita Penyakit Jangka Panjang

Menderita penyakit jangka panjang, seperti kanker atau penyakit hati juga dapat menyebabkan kerontokan pada rambut. Hal ini karena tubuh tidak lagi mampu membagi nutrisi karena organ-organ yang penting dalam tubuh terserang penyakit. Hal tersebut dapat menyebabkan kerontokan.

7 . Sedang Mengonsumsi Obat-obatan Jenis Tertentu

Mengonsumsi obat-obatan jenis tertentu, seperti antikogulan (obat yang mengurangi kemampuan darah untuk membeku) atau beta-blocker (digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi) bisa menyebabkan kerontokan pada rambut anda.

8 . Mengalami Demam Tinggi

Mengalami demam tinggi juga dapat berdampak pada rambut anda. Ini karena kondisi panas yang terjadi pada tubuh akan menyebabkan hormon pada rambut berkurang dan rambut akan rontok. Panas juga dapat menyebabkan asupan nutrisi pada kulit kepala terganggu sehingga dapat menyebabkan kerontokan.

9 . Flu

Flu juga dapat menyebabkan rambut menjadi rontok. Ini disebabkan karena flu membawa virus yang membuat kondisi badan menjadi turun. Hal ini menyebabkan asupan hormone pada rambut berkurang dan dapat menyebabkan kerontokan.

10 . Anemia Parah

Anemia adalah berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin di dalam darah. Hal ini juga dapat menyebabkan kondisi rontok pada rambut. Karena hemoglobin adalah suatu senyawa pembawa oksigen di dalam sel darah merah. Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang.

11 . Berat Badan Turun 9 Kg atau Lebih

Kondisi berat badan turun 9 kg atau lebih bisa menyebabkan kerontokan pada rambut. Ini dikarenakan penurunan pada berat badan mengganggu nutrisi yang masuk pada rambut sehingga rambut menjadi rontok.

12 . Baru Sembuh dari Sakit

Baru sembuh dari sakit juga dapat menyebabkan rontok pada rambut. Hal tersebut karena orang yang baru sembuh dari sakit masih belum 100% fit, ini karena asupan makanan yang diproduksi di dalam tubuh belum stabil atau normal.

13 . Menjalani Pengobatan Tertentu

Menjalani pengobatan tertentu, seperti kemoterapi atau radiasi dapat menyebabkan kerontokan pada rambut. Ini karena ketika di kemoterapi kondisi badan akan terfokus pada satu titik, sehingga hal ini dapat menyebakan rambut menjadi rontok.

14 . Berhenti Mengonsumsi Pil KB

Berhenti mengonsumsi pil KB juga dapat menyebabkan kerontokan rambut. Hal ini karena, kondisi yang tadinya tubuh terbiasa mengonsumsi pil KB berhenti dan menyebabkan kaget pada kondisi badan hal ini dapat menyebabkan rambut rontok.

15 . Kurangnya asupan zat besi, Zinc, dan Protein dalam Tubuh

Kurangnya asupan zat besi, zinc, dan protein dalam tubuh juga dapat menyebabkan rambut menjadi rontok. Hal ini karena zat besi, zinc dan protein adalah 3 jenis asupan yang diperlukan oleh rambut agar selalu tumbuh dengan baik.

16 . Kurang Aktifnya Kerja Kelenjar Tiroid

Kurang aktifnya kerja kelenjar tiroid juga dapat menyebabkan kondisi rontoknya rambut. Ini diakibatkan kelenjar tiroid tidak bekerja mengasup kelenjar yang seharusnya bekerja untuk membuat rambut tumbuh.

Rambut rontok berlebihan atau telogen effluvium bisa terjadi pada pria maupun wanita dari segala usia. Namun, wanita lebih cenderung mengalami hal ini, terutama jika ada perubahan hormonal. Rambut rontok ini biasanya mulai terjadi antara 6 minggu hingga 3 bulan setelah stres atau kondisi medis tertentu menimpa Anda.

Untuk itu yuk jaga kesehatan Rambut kita agar sekarang dan nanti tidak akan terjadi yang namanya kebotakan pada kepala kita. Semoga bermanfaat.

 

(Sumber:  https://www.alodokter.com)

Komentar

News Feed