oleh

Kanker Serviks Adalah: Pencegahan Kanker dan Kebiasaan yang Salah

Kanker serviks adalah kondisi dimana sel pada leher rahim tidak normal dan berkembang menjadi tidak terkendali. Sel ini akan berkembang cepat dalam membentuk tumor. Leher rahim berbentuk layaknya tabung silinder yang menjadi penghubung dan rahim. Kanker ini merupakan yang paling sering menyerang wanita. Kanker ini dapat disembuhkan jika diketahui sejak awal dan metode dalam mengendalikan resiko ini akan membuat kanker menjadi menurun. Gejala dari kanker yang ditimbulkan adalah salah satu dari bagian kaki menjadi bengkak, terdapat cairan yang tidak normal dari vagina, siklus menstruasi tidak teratur, nyeri ketika melakukan hubungan, nyeri panggul, badan lemas dan pendarahan terjadi pada vagina.

Faktor resiko dari penyebab kanker adalah infeksi human papilloma virus dimana perilaku seks yang tidak menggunakan kondom dan seks tidak sehat. Faktor lainnya adalah merokok dengan kandungan zat kimia yang tidak baik dalam tubuh dan resiko dua kali lebih dibandingkan dengan non perokok. Imunosupresi merupakan pengobatan untuk sistem imun yang menjadi peningkatan resiko penyebab kanker. Infeksi klamidia yang dideteksi dari tes darah dan kurangnya mengonsumsi sayur dan buah. Berat badan berlebih dan penggunaan pil KB dalam jangka yang panjang. Hal ini dikarenakan IUD memiliki resiko yang lebih rendah terhadap kanker.

Berikut adalah kebiasaan yang salah penyebab kanker:

  • Jarang melakukan pembersihan terhadap alat vital sehingga membuat pertumbuhan bakteri menjadi berkembang menjadi kanker.
  • Mengonsumsi makanan yang tidak sehat membuat tubuh kehilangan nutrisi sehat, mineral maupun vitamin yang menjadi peradangan dan mulai menghindari makanan lemak tinggi dan makanan cepat saji.
  • Terlalu larut malam tidur akan menyebabkan gangguan pada endokrin sehingga berpengaruh terhadap kekebalan tubuh dan membuat penyakit ini timbul.
  • Seks yang tidak sehat dengan bergonta ganti pasangan akan meningkatkan resiko lebih besar.

Dalam mendeteksi kanker serviks dengan kolposkopi yaitu menggunakan mikroskop kecil yang menjadi sumber cahaya dan cone biopsy dengan menggunakan bius untuk memperhatikan bagian kerucut dari serviks dan jika mengalami pendarahan pada vagina selama 4 minggu dan mengalami nyeri haid. Tahap parah yang dialami dengan memeriksa rahim, kemih, rektum dan vagina, melakukan tes darah untuk ginjal, darah dan tulang, tes pemindaian dengan CT Scan, MRI, sinar X maupun PET scan untuk mengidentifikasi terjadi tumor yang dapat menyebar.

Berikut adalah cara mencegah kanker:

  • Tes Pap Smear merupakan pemeriksaan dengan mengetahui ketidaknormalam pada rahum, merupakan tes pra kanker dan jika memiliki hal tidak normal maka akan melakukan pemeriksaan lanjutan.
  • Tes HPV DNA untuk memperhatikan sel pada rahim apakah terinfeksi dengan virus HPV atau tidak, untuk wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan 5 tahun sekali untuk wanita yang sudah menikah maupun pernah melakukan hubungan.
  • Vaksin HPV untuk mencegah terjadinya perkembangan virus infeksi, vaksin ini juga aman untuk anak-anak yang mulai memiliki organ reproduksi aktif yang memiliki usia 9 hingga 45 tahun dan menjadi metode primer dalam melakukan pencegahan terhadap kanker.

Untuk mencegah pre kanker maka sebaiknya menghindari untuk terserang virus HPV dengan menjaga kesehatan vagina maupun hubungan seksual yang tidak sehat. Kebiasaan merokok perlu dihindari karena memiliki resiko terserang HPV dan biasanya lebih sulit disembuhkan dibandingkan wanita yang tidak merokok. Lakukan pola hidup sehat akan membantu tubuh memiliki kondisi yang baik. Kanker serviks adalah kanker yang paling banyak dialami wanita selain kanker payudara sehingga menjaga berat badan dan menggunakan kondom dapat dilakukan.

Komentar

News Feed