oleh

Inilah Beberapa Nama Capres 2024 Pilihan PSI

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha menarik mundur semangatnya sebagai calon presiden atau Capres 2024. Giring sempat menyatakan percaya diri maju di Pilpres 2024 sebagai kandidat capres pada Agustus 2020. Dia menolak saat disebut tak punya modal maju sebagai calon presiden. Bahkan pengalamannya sebagai pemimpin band turut dicantumkan sebagai pengalaman untuk nyapres kala itu.

Siapa Saja Mereka?

Giring menjelaskan, nama itu diperoleh PSI usai mendengarkan suara masyarakat yang ditemui saat berkeliling Indonesia. Kendati demikian, dari sembilan daftar nama itu terdapat tiga nama yang absen, seperti Puan Maharani, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Padahal, ketiga sering muncul di sejumlah lembaga survei nasional dan berita politik.

Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil

1. Ganjar Pranowo

Sempat menjadi pengacara dan konsultan, Ganjar Pranowo terjun ke dunia politik dengan bergabung ke PDI Perjuangan. Ia terpilih sebagai anggota DPR (2009-2014) dan terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah sejak 2013.

Kelahiran Karang Anyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968 ini, menghabiskan masa sekolah di Jawa Tengah, yaitu di SD dan SMP Kutoarjo. Setelah lulus SMP, Ganjar melanjutkan ke SMA BOPKRI, Yogyakarta. Lulus SMA, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Di bawah kepemimpinannya, Jawa Tengah meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya tahun 2020 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk keempat kali secara berturut-turut. Juga penghargaan SAKIP Award 2019 atas keberhasilan Pemprov Jateng menerapkan sistem e-planning dan e-budgeting.

Selanjutnya, Pemprov Jawa Tengah juga memperoleh penghargaan sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terbaik nasional 2017. Sebelumnya, provinsi itu juga memperoleh penghargaan TPID pada 2015 dan 2016.

2. Mochamad Ridwan Kamil

Pria yang akrab disapa Emil ini lahir di Bandung, 4 Oktober 1971. Ia adalah Gubernur Jawa Barat sejak 2018.

Sebelumnya, ia adalah Wali Kota Bandung 2013-2018. Sebelum memangku jabatan wali kota, Ridwan Kamil adalah seorang arsitek dan dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung. Selain menangani kesejahteraan warga kota, sebagai walikota Bandung, Ridwan Kamil berusaha mengelola sampah Bandung.

Tito Karnavian dan Najwa Shihab

3. Muhammad Tito Karnavian

Muhammad Tito Karnavian lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 26 Oktober 1964. Ia menjalani pendidikan di SD Xaverius 4 di Palembang, lalu ke SMP Xaverius 2 di Palembang juga, serta SMA Negeri 2 Palembang.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan AKABRI pada 1987. Pada 1993, Tito menyelesaikan program post-graduate di Universitas Exeter di Inggris dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies. Ia juga menuntaskan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta pada 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang Police Studies.

Tito mendapat Ph.D dalam jurusan Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization, di S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura, pada 2013.

Tito menjabat Kapolri pada 2016-2019. Ia ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri sejak 23 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024.

4. Najwa Shihab

Najwa Shihab lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 16 September 1977. Ia belajar di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah (1984 – 1990). Kemudian, Najwa meneruskan pendidikan di SMP Al-Ikhlas, Jakarta Selatan.

Saat di bangku SMA 6 Jakarta, ia mengikuti program American Field Service (AFS). Selesai SMA, Najwa masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Selanjutnya ia memilih karier sebagai seorang jurnalis TV di RCTI dan Metro TV.

Pada 2008, ia mendapatkan beasiswa untuk sekolah S2 di Melbourne Law School dan mengambil jurusan hukum media. Sejak 25 November 2009, Najwa Shihab memandu acara talkshow di Metro TV yang memakai namanya, yaitu Mata Najwa.

Dia memberdayakan warga kota dengan memberi bantuan alat pengolah sampah. Dia juga mengkampanyekan bersepeda di hari Jumat. Ridwan Kamil berusaha menjadikan Kota Bandung sebagai Smart City.