oleh

Desa Devisa Subang Menghadirkan Kopi Berkualitas untuk Konsumen Arab Saudi

Dengan adanya program Desa Devisa yang berlangsung dari 2019 sampai sekarang di berbagai daerah penghasil produk unggulan membuat semua produk komoditas menjadi berkualitas dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi dampak positif bagi para petani. Desa devisa yang merupakan program yang dilakukan oleh LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) dalam mengembangkan komoditas dan kapasitas masyarakat pada suatu wilayah kini kembali mencatat rekor kembali, koperasi gunung luhur (GLB) melakukan ekspor perdana kopi arabika sebanyak 18ton ke negara Arab Saudi. Dengan adanya keberhasilan ini membuktikan jika adanya program desa devisa ini sangat banyak membawa manfaat.

Selain itu kesuksesan ini didapat karena adanya kolaborasi intensif yang dilakukan LPEI, Koperasi dan pemerintah subang yang ikut andil dalam program yang bisa membuat sukses ini. koperasi GBL merupakan Desa Devisa ke 3 yang dibina oleh LPEI secara keseluruhan akan melakukan pengiriman kopi arabika yang berjumlah 15 ton dan dilakukan secara bertahap. Jika ingin produk unggulan daerah tersebut diekspor maka harus memiliki kualitas yang tinggi agar dilirik oleh negara lain dan nantinya bisa diekspor, dengan adanya program desa devisa akan lebih memudahkan para petani mengurus kopi menjadi berkualitas dan memiliki nilai yang tinggi.

Ketua koperasi GLB mengatakan pada acara seremonial pelepasan ekspor perdana bahwa sangat bahagia karena pada akhirnya berhasil melakukan ekspor ke arab saudi berkat adanya pelatihan dan pendampingan yang diberikan oleh LPEI dan kerja keras para petani sehingga dapat memenuhi permintaan dari Arab Saudi. Dan berharap ini awal dari ekspor-ekspor selanjutnya yang akan dilakukan. LPEI sebagai SMV kementrian keuangan RI memiliki mandat baru selain dalam meningkatkan ekspor nasional LPEI juga memiliki mandat dalam Community Development dan pencitaan eksportir yang baru. Karena ekspor yang dilakukan di desa subang ini berhasil karena adanya pelatihan dan pendampingan yang diberikan oleh LPEI lewat program desa devisa yang dilakukan. Dengan ini meningkatnya kapasitas petani mampu meningkatkan juga biji kopi yang diberikan kepada 208 petani.

Direktur Eksekutif LPEI mengatakan bawa sejak awal optimis dengan potensi subang dengan komoditas kopi yang unggul dan dikombinasikan dengan pelatihan yang diberikan oleh para petani membuat kopi menjadi berkualitas sampai bisa diekspor ke arab saudi. Kolaborasi yang baik antara LPEI, koperasi, pemerintah kabupaten subang dan semua pihak yang terlibat merupakan faktor utama keberhasilan dan kesuksesan yang di dapat. Oleh karena itu ini tidak akan berhenti karena dengan kerja sama yang baik desa devisa subang akan bisa membuat ekspor yang berkelanjutan dan bisa membantu dan berkontribusi dalam ekonomi dan pendapatan negara.

Oleh karena itu dengan adanya desa devisa membuat dampak yang positif dan mendapatkan banyak manfaat apalagi untuk para petani kopi yang melakukannya dengan sepenuh hati. Acara pelepasan perdana ekspor ke arab saudi dihadiri oleh mentri dan petinggi lainnya dan memberikan sambutan bahwa semua institusi harus berkolaborasi untuk membantu koperasi pangan. Karena dengan kolaborasi juga bisa meningkatkan sumber daya dalam daerah tersebut dengan hasil produk unggulan yang bisa di ekspor ke negara lain. Program desa devisa juga merupakan salah satu program yang sangat mengedepankan kolaborasi dan kerja sama antar lembaga ahar menghasilkan terobosan produk yang inovatif sehingga bisa meningkatkan ekspor di Indonesia.