oleh

5 Hal yang Perlu Diketahui tentang FWB dan Dampaknya Bagi Psikis

Istilah FWB atau Friends with Benefit akhir-akhir ini kerapkali muncul di masyarakat. Pada dasarnya fwb adalah jalinan pertemanan namun dari segi hubungannya mereka lebih dari sekadar teman. Istilah ini pun makin marak setelah adanya film yang berjudul sama dengan istilah tersebut. Di mana, dalam ceritanya seorang laki-laki dan wanita memiliki hubungan perteman.

Namun, pertemanan mereka diliputi oleh keambiguan yang bahkan di luar batas dari hubungan pertemanannya. Salah satunya seperti melakukan hubungan seks meskipun status mereka hanya berteman. Di masyarakat pun, fwb dilakukan tidak jauh berbeda seperti yang ada di dalam film. Hal itulah yang mendasari kenapa Anda penting sekali untuk mengetahui beberapa fakta soal fwb dan juga keburukannya. Apa sajakah itu?

Rasa Cinta yang Tidak Bisa Dihindari

Pertemanan lawan jenis memang sulit sekali jika diharuskan tanpa adanya rasa cinta. Justru, seseorang punya kecenderungan merasa jatuh cinta pada teman mereka sendiri. Pada dasarnya setiap orang yang terjalin oleh fwb adalah teman. Namun, karena cinta yang semakin tumbuh dan tidak bisa dihindari, hubungan mereka tidak lagi tergantung pada status. Tapi beralih pada perasannya masing-masing.

Ketika keduanya sudah terjalin rasa cinta bahkan yang mendalam, tentu apapun akan mereka lakukan untuk membuat nyaman. Dan hal tersebut tidaklah menjadi masalah. Namun, jika ternyata hanya salah satu pihaknya saja yang benar-benar memiliki perasaan cinta, tentu beberapa dampak yang diakibatkan akan buruk bagi pihak yang sudah memberikan segalanya karena perasaan cintanya itu.

Harga Diri yang Kadang Jadi Taruhan

Pada dasarnya, hubungan pertemanan dan persahabatan yang baik akan didasari oleh rasa saling menghargai satu sama lain. Tentunya, karena alasan hanya sebatas teman, biasanya orang-orang akan merasa canggung jika yang mereka lakukan di luar batas. Atau ketika harus marah karena dia jalan bersama orang lain. Pasalnya, mereka yang terjalin dalam fwb tidak punya hak untuk melarang karena hanya sebatas teman.

Namun, karena fwb adalah pertemanan dengan hubungan yang lebih dari teman, rasa marah dan kesal pasti ada saja ketika menemukannya temannya pergi dengan orang lain. Meskipun Anda dan teman sudah melakukan hubungan di luar batas. Tidak menutupkemungkinan, bahwa teman pun akan leluasa berhubungan dengan oranglain karena Anda hanya temannya. Tentunya hal tersebut bisa menjatuhkan harga diri sendiri, bukan?

Tak Bisa Menuntut

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa fwb adalah teman yang tentunya setiap orang yang terjalin di dalamnya tidak punya hak lebih untuk menuntut apapun. Meskipun rasa cinta sudah muncul, bahkan meskipun segala hal sudah dilakukan bersama, tetap saja statusnya hanya berteman. Hal itu membuat salah satu dari pihaknya tidak bisa menuntut hal lebih kepada pihak yang lain. Bahkan, jika perasaan cinta yang dirasakan hanya oleh satu pihak saja, tentu yang ada hanyalah memendam rasa sakit di hati saja.

Selain beberapa hal tersebut, ketika Anda menjalani FWB tentu perasaan dan mood akan lebih tidak stabil. Pasalnya, beberapa orang yang terjebak pada hubungan ini akan merasakan galau atau sedih yang berkepanjangan. Jika terus dibiarkan bisa memicu adanya depresi yang berakibat fatal juga bagi kesehatan mentalnya.

Pada dasarnya, fwb adalah salah satu hubungan yang harus dihindari. Tentunya untuk menghindari kemungkinan buruk yang akan sangat mungkin terjadi. Jika memang Anda sudah terjalin pada hubungan ini, lebih baik segera akhir. Atau jika sudah terdapat dampak yang buruk seperti kesehatan terganggu, segera berkonsultasi dengan dokter. Anda juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Menyediakan berbagai informasi menarik dan informasi kesehatan yang sangat lengkap. Lakukan konsultasi khusus dengan dokter ahli dan dapatkan solusi terbaik untuk semua masalah kesehatan Anda.

News Feed